Published: 22 Mar 2021

Setsail BizAccel, a business incubator founded by President University (PresUniv), held a webinar “How to Improve Online Business in Covid-19 Pandemic”, Monday (15/3). This webinar presented Patricia Muljadi, Xendit's Inbound Sales Lead, and Shri Prabu Adityawarman, Bhinneka's Head of Platform Growth. Xendit is a financial technology (fintech) company that provides payment infrastructure, while Bhinneka is an e-commerce company that focuses on Business-to-Business (B2B).

In this webinar, Patricia, quoted Hootsuite and RedSeer data, revealed that 67% of transactions are done through mobile devices. Then, 50% of online transactions are made by those in the age range 25-34 years. She said, Globally, there is a significant increase in time being spent for shopping online. “Indonesian consumers have actively shifted to online channels. This is the right moment for us to start doing business online," she said. Patricia added that there are two key competencies that you must have if you want to start a business, namely ideas and good products. "A good product is a product that can provide solutions for the community. In addition, entrepreneur must be prepared to fail. Learn from failure and try again," She said.

According to Prabu, the key to success in doing business is being agile. This is implemented by Bhinneka. “We have always believed in agility. We always move forward, do not stuck at one point," he said. Prabu emphasized, everything will certainly run quickly and changes always occur, so we must continue to learn new things and discuss with young people to get new ideas. (Gilang Suryanata, PR team. Photo: Gilang Suryanata)

 

 

 

Mengembangkan Bisnis Online di Tengah Pandemi

 

Setsail BizAccel, inkubator bisnis yang didirikan President University (PresUniv), mengadakan webinar “How to Improve Online Business in Covid-19 Pandemic”, Senin (15/3). Webinar ini menghadirkan Patricia Muljadi, Inbound Sales Lead Xendit, dan Shri Prabu Adityawarman, Head of Platform Growth Bhinneka. Xendit adalah perusahaan financial technology (fintech) yang menyediakan infrastruktur pembayaran, sedang Bhinneka adalah perusahaan e-commerce yang fokus pada Business-to-Business (B2B).

Dalam webinar ini, Patricia, mengutip data Hootsuite dan RedSeer, mengungkapkan bahwa 67% transaksi yang terjadi dilakukan dengan menggunakan perangkat mobile. Lalu, 50% transaksi online tersebut dilakukan oleh mereka yang berada pada rentang usia 25-34 tahun. Kata dia, masyarakat yang menghabiskan waktu dengan berbelanja online secara global meningkat secara signifikan. “Konsumen Indonesia secara aktif beralih ke online channel. Ini menjadi momentum yang tepat untuk kita memulai berbisnis online,” katanya. Patricia menambahkan, ada dua kunci kompetensi yang harus dimiliki jika ingin memulai bisnis, yaitu ide dan produk yang baik. “Produk yang baik adalah produk yang bisa memberi solusi bagi masyarakat. Selain itu, pebisnis harus siap untuk gagal. Belajar dari kegagalan dan mencobanya lagi,” ujarnya.

Menurut Prabu, kunci sukses dalam berbisnis adalah gesit. Ini diterapkan oleh Bhinneka. “Kami selalu percaya kepada kegesitan. Kami selalu melangkah ke depan, tidak berhenti pada satu titik,” ungkapnya. Prabu menekankan, segala sesuatu pasti akan berjalan secara cepat dan perubahaan selalu terjadi, sehingga kita harus terus belajar hal baru dan berdiskusi dengan anak-anak muda untuk mendapatkan ide-ide yang baru. (Gilang Suryanata, tim PR. Foto: Gilang Suryanata)