Published: 16 Apr 2021

Work safety is everything in every business. Especially for high-risk businesses, such as geothermal or geothermal-based energy businesses. Why? Because in its business process, geothermal uses radioactive materials that can threaten the safety of workers. To find out career prospects and aspects of work safety in this business, last Friday (9/4) President University (PresUniv) held a webinar with the theme "Occupation Safety & Health (OSH) in Geothermal Industry" with the speaker M. Rikcy Pratama, SKM, M.Sc, AFOH, HSE Supervisor from KS Orka Renewables Pte. Ltd.

Geothermal is a renewable energy source and does not emit pollutants, such as CO2, NOx or Sox. Geothermal vapor will turn into water which re-enters the ground. Some of the OHS issues related to geothermal are drilling (drilling), related to electricity, failure of the pressure system, release of H2S, related to construction, communities, and confined spaces. Ricky explained, there is a hierarchy of control in the geothermal industry, such as personal protective equipment, administrative control, engineering control, substitution or replacement of hazardous materials / processes to harmless ones, and eliminating hazards physically (eliminating hazardous materials).

Currently, more than 20 countries have used geothermal energy as a source of electrical energy. Indonesia has 40% of the world's or the largest geothermal reserves. Even so, in terms of geothermal-based electric energy production, Indonesia is still in 2nd place, losing to the United States. To be able to have a career in this industry, Ricky said, we must be prepared to face dangers at any time, ready to work unusual hours, such as four weeks of work and two weeks off. "Indeed, working in the geothermal industry is very challenging," said Ricky. (Lita Gabriella, PR team. Photo: Lita Gabriella)

 

Prospek Karier dan Isu OSH dalam Bisnis Panas Bumi

Keselamatan kerja adalah segala-galanya dalam setiap bisnis. Apalagi untuk bisnis yang berisiko tinggi, seperti bisnis energi berbasis panas bumi atau geothermal. Mengapa? Sebab dalam proses bisnisnya, geothermal menggunakan bahan radioaktif yang bisa mengancam keselamatan pekerja. Untuk mencari tahu prospek karier dan aspek keselamatan kerja dalam bisnis ini, Jumat (9/4) pekan lalu President University (PresUniv) mengadakan webinar bertema “Occupation Safety & Health (OSH) in Geothermal Industry” dengan pembicara M. Rikcy Pratama, SKM, M.Sc, AFOH, HSE Supervisor dari KS Orka Renewables Pte. Ltd.

Panas bumi adalah sumber energi terbarukan dan tidak mengeluarkan emisi polutan, seperti CO2, NOx atau Sox. Uap panas bumi pun akan berubah menjadi air yang masuk kembali ke dalam tanah. Beberapa isu OHS yang terkait panas bumi adalah pengeboran (drilling), electricity-related, pressure system failure, H2S release, construction-related, community dan confined space. Papar Ricky, ada hirarki kendali dalam industri panas bumi, seperti personal protective equipment, administrative control, engineering controls, substitution atau mengganti bahan/proses yang berbahaya ke yang tidak berbahaya, dan physical remove the hazard (menghilangkan bahan yang berbahaya).

Saat ini sudah lebih dari 20 negara yang memanfaatkan panas bumi sebagai pembangkir energi listrik. Indonesia memiliki 40% cadangan panas bumi dunia atau yang terbesar. Meski begitu dari sisi produksi energi listrik berbasis panas bumi, Indonesia masih menempati peringkat ke-2, kalah dari Amerika Serikat. Untuk bisa berkarier di industri ini, Ricky bercerita, kita harus siap berhadapan dengan bahaya setiap saat, siap bekerja dengan jam yang tidak biasa, seperti empat minggu bekerja dan dua minggu libur. “Memang bekerja di industri panas bumi sangat menantang,” ungkap Ricky. (Lita Gabriella, tim PR. Foto: Lita Gabriella)