Actual

What's happening in PresUniv


Published: 24 Sep 2020

The COVID-19 pandemic has paralyzed various countries in the world. Some experts argue that lockdowns or social restrictions are the only way to break the spread of the virus. However, at the same time, the public thinks that this limitation of mobilization will hinder trade activities which will lead shut down the country's economy.

Now, everyone is facing a difficult option. Not only health issues, but other questions arise, what can we do to save Indonesia's economy? If indeed these economic and health problems can be handled simultaneously, how do we do it?

To answer these questions, the President Development Center held an online seminar entitled "Economy vs Health: Quo Vadis" last week (17/9). This event invited national figures who discussed in detail the economic and health issues caused by this pandemic. Talking from the health perspective, there were two speakers, namely Prof. Dr. dr. David Handojo Muljono, Sp.PD, an infectious disease expert from the Eijkman Institute and dr. Yuswanto Setyawan, SpPD., a health practitioner. Meanwhile, from an economic point of view, there are Christianto Wibisono, a well-known business and economic observer in Indonesia and Dr. Bayu Prawira Hie, management and digital transformation expert who were present at the seminar. On this occasion, the President University Rector, Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto was present to guide this event directly as the moderator.

There were 280 participants who attended coming from various professions. Not only those who are involved in the business and health area, there are also many academics, even students who were interested and joined in this discussion. (SL)

 


 

Penanganan Kesehatan atau Ekonomi, Apakah Bisa Dilakukan Beriringan?

 

Pandemi COVID-19 telah melumpuhkan berbagai negara di dunia. Beberapa ahli berpendapat, lockdown atau pembatasan sosial berskala besar menjadi satu-satunya cara memutus rantai penyebaran virus. Namun, di saat yang bersamaan, masyarakat berpikir bahwa pembatasan ruang gerak ini akan menghalangi aktivitas perdagangan yang berujung pada lumpuhnya perekonomian negara.

Kini, semua pihak dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Tidak hanya persoalan kesehatan, namun pertanyaan lain muncul yaitu apakah yang dapat kita lakukan untk menyelamatkan perekonomian Indonesia? Jika memang persoalan ekonomi dan kesehatan ini dapat ditangani secara bersamaan, bagaimanakah caranya?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, President Development Center mengadakan seminar daring berjudul “Economics vs Health: Quo Vadis” pekan lalu (17/9). Acara ini menghadirkan berbagai tokoh nasional yang membahas dengan rinci persoalan ekonomi dan kesehatan akibat pandemi ini. Dari sisi kesehatan, terdapat dua pembicara yaitu Prof. Dr. dr. David Handojo Muljono, Sp.PD di mana beliau merupakan pakar penyakit menular dari Eijkman Institute dan dr. Yuswanto Setyawan, SpPD., seorang praktisi kesehatan. Sementara itu, dari sisi ekonomi, terdapat Christianto Wibisono, salah seorang pengamat bisnis dan ekonomi ternama di Indonesia serta Dr. Bayu Prawira Hie, pakar manajemen dan transformasi digital. Dalam kesempatan ini, Rektor President University, Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto hadir untuk memandu acara ini secara langsung sebagai moderator.

Tercatat 280 peserta yang hadir terdiri dari berbagai profesi. Tidak hanya mereka yang berkutat dalam dunia bisnis dan kesehatan, banyak juga akademisi, bahkan mahasiswa yang tertarik dan bergabung dalam diskusi ini. (SL)