Feature


Published: 09 Mar 2021

One of the biggest risks of developing a startup is designing the wrong product or service. Imagine when you have spent months, not even a few years, only to find out that what you develop will not be successful.

So, what is the most appropriate way to test and validate the market? Here are four tips.

First, make sure consumers are willing to pay. Don't be one of the founders who builds their product on the assumption: "If 100 people say they like my idea, they'll buy my product after I make it!". Liking something is not the same as paying for it.

According wpriders.com, the easiest way to find out how many people are looking to buy your product is to create a validation website to get registrations or pre-orders. This website will be your main source of information in terms of why users buy or not buy your products? How often your customers use your specific products or features? They understand your product as well as they should? If you determine the price, it’s truly reflects the value you provide for them.

Second, make an impression. You only get one first impression with every customer who interacts with your product/service. The stakes are very high. How will you make a positive first impression when 100% of the interactions take place online? This is the tips from startupgrind.com:

• Show your website some love.

• Be strategic with social profiles.

• Have a PR plan.

Third, adjust to market needs. Before you start market research, it's a good idea to meet with a consultant, talk to a business or marketing lecturer at President University, and others. These resources can offer guidance and help you with the first step in market research: deciding exactly what information you need to gather.

In principle, according entrepreneur.com, market research should provide you three important information:

• Industry information. You look for the latest trends. Compare industry statistics and growth.

• Close up of consumers. On the consumer side, your market research should start with a market survey. A thorough market survey will help you make a reasonable sales forecast for your new business.

• Close-up competitions. Based on a combination of industry research and consumer research, a clearer picture of your competition will emerge. Don't underestimate the number of competitors out there. Keep an eye on potential future competitors as well as current competitors.

Fourth, not an instant job. Validating the market is also not a job that can be done immediately. In business continuity, as quoted dailysocial.id, the market validation process must be carried out—exploring  the potential for new innovations and, most importantly, finding new sources of income. (Ruhmaya Nida Wathoni. Illustration: helpscout.com)

 

 

 

Bagaimana Cara Menentukan Apakah Ada Pasar

untuk Ide Bisnis Anda?

 

Salah satu risiko terbesar dari mengembangkan startup adalah mendesain suatu produk atau layanan yang salah. Bayangkan ketika Anda sudah menghabiskan waktu berbulan-bulan, bahkan tidak sedikit yang sampai bertahun-tahun, hanya untuk mengetahui bahwa apa yang Anda kembangkan tidak akan sukses.

Jadi, bagaimana cara yang paling tepat untuk menguji dan memvalidasi pasar? Berikut empat kiatnya.

Pertama, pastikan konsumen mau membayar. Jangan menjadi salah satu founder  yang membangun produk hanya berdasarkan asumsi: "Jika 100 orang mengatakan mereka menyukai ide saya, mereka pasti akan membeli produk saya setelah saya membuatnya!". Menyukai sesuatu tidak sama dengan kesediaan membayar.

Menurut wpriders.com, cara mudah untuk mengetahui berapa banyak orang yang ingin membeli produk Anda adalah dengan membuat situs web validasi guna mendapatkan pendaftaran atau praorder. Situs web ini akan menjadi sumber informasi utama dalam hal mengapa pengguna membeli atau tidak membeli produk Anda? Seberapa sering pelanggan menggunakan produk atau fitur spesifik buatan Anda? Apakah mereka memahami produk Anda seperti yang seharusnya? Jika Anda menentukan harga, itu benar-benar mencerminkan nilai yang Anda berikan kepada mereka

Kedua, ciptakan kesan. Anda hanya mendapatkan satu kesan pertama dari setiap pelanggan yang berinteraksi dengan produk/layanan Anda. Taruhannya sangat tinggi. Bagaimana Anda akan membuat kesan pertama yang positif ketika 100% interaksi terjadi secara online? Ini tip dari startupgrind.com:

  • Tunjukan rasa cinta di website Anda.
  • Gunakan profil di media sosial Anda secara strategis.
  • Buatlah rencana public relationnya.

Ketiga, sesuaikan dengan kebutuhan pasar. Sebelum Anda memulai riset pasar, ada baiknya bertemu dengan konsultan, berbicara dengan dosen bisnis atau pemasaran di President University, dan lainnya. Sumber-sumber ini dapat menawarkan panduan dan membantu Anda dengan langkah pertama dalam riset pasar, yakni memutuskan dengan tepat informasi apa yang perlu Anda kumpulkan.

Prinsipnya, menurut entrepreneur.com, riset pasar harus memberi Anda tiga informasi penting:

  • Informasi industri. Anda mencari tren terbaru. Bandingkan statistik dan pertumbuhan industri
  • Tampilan dekat konsumen. Riset pasar Anda harus dimulai dengan survei pasar. Survei yang menyeluruh akan membantu Anda membuat perkiraan penjualan yang masuk akal untuk bisnis baru Anda.
  • Kompetisi close-up. Berdasarkan kombinasi penelitian industri dan penelitian konsumen, gambaran yang lebih jelas tentang persaingan akan muncul. Jangan remehkan jumlah pesaing di luar sana. Awasi calon pesaing masa depan serta pesaing saat ini.

Keempat, bukan pekerjaan instan. Memvalidasi pasar juga bukan pekerjaan yang bisa selesai dengan segera. Dalam keberlangsungan bisnis, sebagaimana dikutip dailysocial.id, proses validasi pasar harus terus dilakukan–menggali potensi inovasi baru dan, yang paling penting, mencari sumber pendapatan baru. (Ruhmaya Nida Wathoni. Ilustrasi: helpscout.com)